Kumpulan Materi Sejarah, Wisata dan Artikel Menarik Lainnya

Latar Belakang Perang Dingin Singkat dan Dampaknya

Latar Belakang Perang Dingin - Apa saja faktor penyebab atau sebab-sebab terjadinya perang dingin? pertanyaan tersebut merupakan fokus utama dalam pembahasan kali ini. Pada artikel sebelumnya kita telah kupas tuntas mengenai dampak perang dingin bagi Indonesia, salah satunya bidang politik di mana paham yang sebelumnya dianut "Non Blok" kemudian lebih condong ke blok timur (komunis Uni Soviet).

Sebelum berlanjut ke latar belakang perang dingin, apakah kalian sudah mengerti apa maksud dari perang ini? Mungkin dalam benak anda, pengertian perang dingin adalah pertempuran yang berlangsung saat musim salju, atau mungkin perang yang terjadi di negara-negara yang memiliki iklim dingin? tentu saja salah. Lantas, apa yang benar? Kenapa dinamakan perang dingin?

Latar Belakang Perang Dingin

Perang dingin (Cold War : dalam bahasa Inggris) adalah perang ideologi untuk memperebutkan pengaruh antara pihak AS dan Uni Soviet, berlangsung pada tahun 1947 hingga 1991. Dinamakan perang dingin karena kedua negara tidak pernah terlibat langsung dalam aksi militer. Perang dingin dibagi menjadi 5 periode, antara tahun 1945-1953, 1953-1962, 1962-1979, 1979-1985 dan 1985 sampai 1991. Berikut ini penjelasan sebab-sebab latar belakang perang dingin.

Latar Belakang Perang Dingin

Berdasarkan sumber yang didapat penulis dari buku maupun internet, dapat disimpulkan bahwa faktor terjadinya perang dingin dibagi menjadi 6. Berikut ini sebab-sebab latar belakang perang dingin, meliputi :

1. Amerika Seikat Sebagai Pemenang
Pada pertempuran sebelumnya yaitu Perang Dunia II, Amerika Seikat muncul sebagai negara pemenang beserta pihak sekutu lainnya seperti Perancis dan Inggris. Pasca perang, AS berperan penting untuk memperbaiki kehidupan ekonomi negara-negara Eropa Barat.

2. Munculnya Uni Soviet sebagai Negara Besar
Latar belakang perang dingin kedua adalah munculnya Uni Soviet sebagai negara besar. Berbeda dengan AS, Uni Soviet muncul sebagai negara besar yang memiliki peran membangun ekonomi dan membebaskan Eropa Timur dari pendudukan Jepang. Uni Soviet kemudian meluaskan pengaruh dengan merebut kekuasaan atau memasukkan beberapa negara ke wilayahnya seperti di Rumania, Hongaria, Albania, Bulgaria, Cekoslovakia dan Polandia.

3. Munculnya Negara Merdeka di Luar Eropa
Setelah Perang Dunia II, muncul negara-negara baru di luar wilayah Eropa. Kemunculan negara baru ini berdampak pada persaingan politik dan ekonomi antara 2 kelompok, yakni negara maju dan negara berkembang, hal inilah yang mempengaruhi perkembangan persaingan di dunia.

Baca : Rangkuman Sejarah Perang Dunia II

4. Penyebaran Ideologi Oleh AS dan Uni Soviet
Latar belakang perang dingin yang paling utama sebagai penyebab terjadinya perang adalah penyebaran Ideologi oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet. Ideologi kedua negara ini berbeda, AS memiliki Ideologi Liberal-kapitalis, sementara itu Uni Soviet komunis.

5. AS dan US memiliki Keinginan Sebagai Penguasa Dunia
Kedua negara besar tersebut sama-sama mempunyai keinginan untuk menguasai dunia dengan cara baru. Amerika Serikat dengan strategi bantuan modal pembangunan, sementara Uni Soviet membantu perjuangan suatu negara dengan bantuan berupa senjata dan tenaga ahli. Bantuan yang diberikan oleh kedua negara ini tentu memiliki tujuan (ada udang di balik batu), salah satunya untuk memperluas pengaruh dan ideologi.

Baca Juga : Hubungan Soekarno dan Kennedy (Presiden AS)

6. Berdirinya Pakta Pertahanan
Persaingan kedua negara besar ini semakin memanas, masing-masing negara mendirikan blok atau lazim disebut "Pakta Petahanan". Amerika Serikat beserta negara di Eropa Barat mendirikan organisasi pertahanan bernama NATO atau singkatan dari North Atlantic Treaty Organization. Di kubu lain, Uni Soviet berserta negara Eropa Timur mendirikan Paktawarsawa.

Rasa saling curiga, dan ketidakpercayaan kemudian muncul setelah berdirinya organisasi pertahanan tersebut. AS dituduh mempengaruhi dunia dengan menjalankan politik imperialisme oleh Uni Soviet. Sementara itu sebaliknya, Uni Soviet dianggap memperluas hegemoni melalui ideologi komunisnya.

Dampak Perang Dingin 

Berikut ini dampak perang dingin dalam berbagai bidang, baik itu positif maupun negatif, meliputi :

1. Bidang Ekonomi
Positif : munculnya negara super power yang berani menanamkan modal besar kepada negara-negara berkembang di dunia, sehingga pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh masyarakat.

2. Teknologi
Positif : persaingan teknologi mendorong negara untuk mengeluarkan dana lebih demi teknologi yang modern, sehingga menghasilkan barang-barang bersekala besar.

3. Luar Angkasa
Positif : Adanya perang dingin membuat pengetahuan ruang angkasa seperti tata surya dan bulan bisa diketahui keberadaannya.

Baca Juga :
1. Sebab Umum Perang Dunia 1
2. Sebab Khusus Perang Dunia 1

4. Bidang Sosial dan Budaya
Positif : munculnya undang-undang tentang HAM (Hak Asasi Manusia), sehingga rakyat semakin percaya dan tidak ada lagi bentuk penindasan yang sebelumnya masih dilakukan.

5. Militer 
Positif : Persaingan senjata (Alutsista) semakin maju dan berkembang pesat akibat adanya perang dingin.
Negatif : Masyarakat mengalami ketakutan karena penggunaan senjata nuklir bisa saja dilakukan oleh negara-negara dengan teknologi militer yang semakin maju.

6. Politik 
Negatif : Adanya tembok Berlin yang memisahkan Jerman Timur dan Jerman Barat. Negara lain yang terkena dampak politik akibat perang dingin adalah Korea menjadi dua (Utara dan Selatan).

Rekomendasi artikel, baca juga :
Itulah 6 Latar Belakang Perang Dingin dan Contohnya, serta beberapa penyebab perang atau sebab sebab perangnya. Semoga bermanfaat. Jangan lupa baca artikel menarik dan informatif lainnya, sekian terimakasih
Share ke teman kamu:

Related : Latar Belakang Perang Dingin Singkat dan Dampaknya