Kumpulan Materi Sejarah, Wisata dan Artikel Menarik Lainnya

Pengertian Antropologi : Konsep Dasar, dan Ruang Lingkupnya

Pengertian Antropologi : Konsep Dasar, dan Ruang Lingkupnya - Setelah sebelumnya membahas tentang ilmu sosiologi, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan materi disiplin ilmu-ilmu sosial lainnya, yakni antropologi. Pembahasan secara lengkap, meliputi pengertian antropologi, ruang lingkup antropologi dan pendekatan dalam antropologi. Jika materi tersebut sedang kalian cari, maka tepat sekali membaca ulasan berikut ini.
Pengertian Antropologi : Konsep Dasar, dan Ruang Lingkupnya
Koleksi di Museum Antropologi Mexico

Pengertian Antropologi

Kata antropologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu "anthropos" dan logos". Anthropos memiliki arti manusia, sementara logos berarti bagian. Jadi definisi antropologi secara harafiahnya adalah bagian dari manusia. Salah satu pengertian antropologi menurut ahli dikemukakan oleh Kroeber (1948:1), ia berpendapat bahwa Antropologi adalah ilmu tentang manusia, tingkah laku dan hasil pekerjaannya. Dengan melihat definisi tersebut, ruang lingkup kajian antropologi sangat luas.

Para ahli memakai pendekatan yang bersifat untuk mengaji makhluk manusia. Para antropolog tidak hanya mengkaji seluruh kondisi manusia, melainkan mengkaji banyak aspek pengalaman manusia. Seperti jika mendeskripsikan sekelompok orang yang telah dikaji seseorang ahli antropologi menggambarkan suatu bagian sejarah tempat yang dikaji, lingkup hidup, cara hidup keluarga, pola perkampungan, sistem politik, ekonomi, agama, seni, pakaian dan bahasa masyarakat yang dikaji.

Konsep Dasar Antropologi

Ada dua konsep dasar dalam ilmu antropologi, yakni kebudayaan dan masyarakat. Berikut ini penjelasannya :

1. Konsep Dasar Antropologi Kebudayaan

Kata kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yakni buddayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti "budi" atau "akal". Dari penjelasan tersebut, dapat diartikan bahwa kebudayaan merupakan hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan akal. Ada ahli yang mengungkap bahwa kata budaya sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya yang berarti "daya dari budi".

Maka dapat disimpulkan bahwa "budaya" adalah "daya dari budi" yang berupa cipta, karsa dan rasa itu. Dalam istilah "antropologi budaya", perbedaan itu ditiadakan. Kata "budaya" disini maksudnya hanya digunakan sebagai suatu singkatan saja dari "kebudayaan" dengan arti yang sama.

Baca : Penyebab Penyimpangan Sosial

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban

Disamping istilah "kebudayaan", ada pula istilah "peradaban". Hal yang terakhir adalah sama dengan istilah Inggris civilization, yang biasanya dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju, dan indah, seperti misalnya : kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, dan sebagainya.

Kebudayaan adalah konsep inti dari antropologi dan digunakan dalam berbagai cara oleh praktisi-praktisi dalam semua sub disiplin. Koentjaraningrat (1981:86) berpendapat bahwa terdapat tiga wujud kebudayaan, yakni artifacs, activities dan ideas. Ketiga hal tersebut dapat berwujud :
  • Pertama, wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
  • Kedua, wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  • Ketiga, wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, peraturan dan sebagainya.

Unsur-Unsur Kebudayaan

Terdapat tujuh unsur-unsur kebudayaan yang dapat kita jumpai pada semua bangsa di dunia. Ketujuh unsur yang dapat kita sebut sebagai pokok dari tiap kebudayaan di dunia, meliputi :
  1. Kesenian
  2. Sistem religi
  3. Sistem mata pencaharian
  4. Sistem peralatan hidup dan teknologi
  5. Organisasi sosial
  6. Sistem pengetahuan 
  7. Dan bahasa

2. Konsep Dasar Antropologi Masyarakat

Kebudayaan merupakan produk dari masyarakat, terutama sejak kebudayaan mengisyaratkan adanya kelompok manusia yang berinteraksi dengan cara berulang dan berpola. Pandangan ini lebih dapat diterima oleh ahli antropologi yang berorientasi pada sosiologi. Pada umumnya pandangan yang berkonsentrasi antropologi budaya aliran klasik tidak setuju dengan pendapat diatas.

Masyarakat ada pada batas-batas tertentu dan menempati tempat tertentu. Anggota-anggotanya berinteraksi dalam jaringan hubungan sosial yang diatur dan tersusun sesuai dengan adat yang berlaku. Umumnya anggota-anggota masyarakat menggunakan bahan dan seperangkat lambang yang sama.

Baca Juga : Ilmu Sosiologi : Pengertian, Konsep dan Pendekatannya

Unsur-Unsur Masyarakat

Unsur-unsur masyarakat yaitu meliputi kategori sosial, golongan sosial, kelompok dan perkumpulan. Kategori sosial adalah kesatuan manusia yang berwujud karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri obyektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu. Golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu, bahan sering kali ciri itu juga dikenakan kepada mereka oleh pihak luar kalangan mereka. 

Kelompok atau grup perkumpulan juga termasuk suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya, dengan adanya sistem interaksi antar anggota, adanya adat istiadat, serta dengan sistem norma yang mengatur interaksi itu, dengan adanya kontinuitas dan identitas yang mempersatukan semua anggota tersebut.

Ruang Lingkup Antropologi

Ruang lingkup antropologi dibagi menjadi dua, yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya.

Antropologi Fisik

Secara umum antropologi fisik adalah bagian secara sistematik terhadap manusia sebagai organisme biologis. Terdapat dua pokok persoalan yang dikaji, yakni paleontropologi dan somatologi. Paleontropologi adalah jenis bagian dari antropologi fisik yang mengkaji asal-usul atau evolusi manusia berdasarkan bukti fosil-fosil yang ditemukan. Fosil-fosil itu tersimpan dalam bumi yang harus didapat oleh peneliti dengan cara metode penggalian tertentu.

Somatologi adalah bagian dari antropologi fisik yang mengkaji keanekaragaman manusia dipandang dari sudut ciri-ciri fisik. Para ahli tidak hanya membedakan ciri fisik yang tampak seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, indeks tengkorak, bentuk muka, bentuk hidung, bentuk tubuh tapi juga faktor-faktor biokimia seperti tipe darah dan mudahnya terjangkit penyakit tertentu.

Antropologi Budaya

Antropologi budaya mempelajari tentang asal dan sejarah kebudayaan manusia, evolusi kebudayaan dan pembangunannya, bentuk dan fungsi kebudayaan manusia. Obyek bagian antropologi meliputi setiap kebudayaan, apakah kebudayaan, kebudayaan orang yang disebut primitif atau kebudayaan orang Amerika dan Eropa dewasa ini.

Terkait dengan antropologi budaya yang meliputi kegiatan manusia sangat luas, maka secara tradisi dibagi menjadi tiga cabang utama, meliputi :

1). Arkeologi Prehistory
Arkeologi mengkaji kebudayaan purba dan menghubungkan dengan peradaban modern.

2). Etnologi
Pekerjaan ahli etnologi banyak yang berkenaan dengan pendeskripsian sifat-sifat khusus kebudayaan dan kelompok-kelompok manusia yang beranekaragam. Etnologi diberi batasan sebagai teori ilmu kebudayaan.

3). Etnolinguistik
Linguistik adalah mengkaji bagian tentang bahasa manusia yang kuno dan modern dari orang yang telah mempunyai tulisan dan orang yang tidak mempunyai tulisan.

Rekomendasi Artikel :
1. Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli
2. Pengertian Sumber Sejarah dan Jenisnya
3. Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu dan Seni

Itulah rangkuman materi tentang Pengertian Antropologi : Konsep Dasar, dan Ruang Lingkupnya. Semoga dengan membaca penjelasan tersebut dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kalian. Kurang lebihnya kami mohon maaf, sekian dan terimakasih.

Sumber Referensi :
  • Puji Haradati, dkk. 2010. Penghantar Ilmu Sosial. Semarang : Widya Karya
Share ke teman kamu:

Related : Pengertian Antropologi : Konsep Dasar, dan Ruang Lingkupnya