Kumpulan Materi Sejarah, Wisata dan Artikel Menarik Lainnya

5 Sumber Sejarah Kerajaan Singasari Lengkap

Sumber Sejarah Kerajaan Singasari - Singosari adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Timur, tepatnya di daerah Malang (sekarang). Kerajaan Singasari didirikan oleh tokoh bernama Ken Arok pada tahun 1222. Kemudian berakhir pada tahun 1292 di bawah raja Kertanegara. Untuk mengetahui sejarah kerajaan ini, maka dibutuhkan sumber sejarah. Secara singkat, sumber sejarah adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk merekonstruksi peristiwa sejarah di masa lalu. Sumber yang dimaksud bisa berupa dalam bentuk lisan, tertulis dan benda.

Baca Juga : Letak Geografis Kerajaan Singasari

Lalu apa saja sumber sejarah kerajaan Singasari? apa manfaat mempelajarinya? Keberadaan sumber-sumber  sejarah kerajaan Singosari dapat kita manfaatkan untuk mengetahui awal berdirinya kerajaan, nama ibukotanya, silsilah rajanya, kehidupan ekonomi, sosial, politik, budaya dan masa kejayaan serta keruntuhannya.

Sumber Sejarah Kerajaan Singasari

Sumber Sejarah Kerajaan Singasari
Sumber sejarah kerajaan Singasari dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu sumber tertulis berupa kitab, dan sumber benda berupa peninggalan candi dan prasasti. Berikut ini penjelasannya.

Sumber Sejarah Kerajaan Singasari Berupa Kitab

Kitab yang dijadikan sumber informasi keberadaan kerajaan Singasari adalah Nagarakretagama dan Praraton. Kitab Nagarakretagama disebut juga dengan nama Kakawin Nagarakretagama. Kitab ini dibuat oleh Mpu Pranca pada tahun 1365 masehi saat Majapahit berkuasa. Sementara kitab Pararaton merupakan naskah Sastra Jawa Pertengahan. Pararaton sendiri dalam bahasa Jawa Kawi memiliki arti "Kitab Raja-Raja".

1. Informasi Seputar Kerajaan Singasari di Kitab Nagarakretagama :
  • Ketika pertama kali didirikan pada tahun 1222, ibukota kerajaan Tumapel (Singosari) berada di Kutaraja.
  • Dalam kitab Negarakretagama disebutkan bahwa arwah pendiri kerajaan Tumepel dipuja sebagai dewa Siwa.
  • Silsilah raja Singasari dalam Negarakertagama : 1) Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222-1227), 2) Anusapati (1227-1248), Wisnuwardhana (1248-1254), dan Kertanegara (1254-1292).
  • Terdapat pemerintahan bersama antara raja Wisnuwardhana dan Narasingamurti (ayah Raden Wijaya, pendiri Majapahit).
  • Dalam kitab ini juga disebutkan wilayah kekuasaan Singasari di luar Jawa saat raja Kertanegara berkuasa, yaitu meliputi Bali, Bakulapura, Melayu, Gurun dan Pahang.
2. Informasi Seputar Kerajaan Singasari di Kitab Pararaton :
  • Kerajaan Singasari (Tumapel) awal mulanya adalah daerah bawahan Kerajaan Kediri yang kemudian melepaskan diri, tokoh utamanya bernama Ken Arok.
  • Dalam Pararaton dijelaskan bahwa sebelum melawan kekuasaan Kediri, Ken Arok menggunakan julukan Bhatra Siwa yang melekat pada dirinya.
  • Raja-raja Singasari versi kitab Praraton : 1) Ken Arok (Raja Ssang AMurwabhumi) 1222-1247, 2) Anusapati (1247-1249), 3) Tohjaya (1249-1250), Ranggawuni atau Wisnuwardhana (1250-1272), 5) Kertanagara (1272-1292).
  • Terdapat pertumpahan darah yang dilatarbelakangi misi balas dendam. Mulai dari Ken Arok dibunuh oleh anak tirinya bernama Anusapati. Anusapati dibunuh oleh anak dari selir Ken Arok bernama Tohjaya. Sementara raja Tohjaya mati karena dibunuh oleh anak Anusapati bernama Ranggawuni.
  • Sementara pergantian raja dari Ranggawuni kepada putranya bernama Kertanagara dilakukan secara damai.
  • Sama seperti Nagarakretagama, kitab Pararaton mengisahkan juga tentang pelarian Raden Wijaya yang kemudian berhasil lolos dari maut berkat bantuan Aria Wiraraja.

Sumber Sejarah Kerajaan Singasari Berupa Prasasti, dan Candi

Beberapa prasasti peninggalan kerajaan Singasari yang dapat dijadikan sumber sejarah seperti Prasasti Kudadu yang membahas seputar nama resmi kerajaan. Prasasti Mula Malurung, isinya menyebutkan pendiri Tumapel adalah Bhatara Siwa. Kemudian prasasti-prasasti lainnya meliputi Prasasti Wurare, Prasasti Manjusari, dan Prasasti Singasari yang dibuat pada tahun 1351 masehi.

Baca : 7 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Selanjutnya sumber sejarah kerajaan Singasari berupa candi. Pertama, Candi Singosari yang terletak di Kab. Malang, dikenal juga dengan nama Candi Cungkup atau Candi Menara. Kedua, Candi Jago yang terletak di Kec. Tumpang, Kab. Malang. Candi kedua ini diperkirakan dibangun pada abad ke 13. Ketiga, Candi Sumberawan. Candi ini terletak di Kec. Singosari, Malang. Pada masa lalu, candi ini difungsikan sebagai tempat penyimpanan berbagai benda.
Selain ketiga candi tersebut, terdapat juga beberapa candi lainnya, seperti Candi Jawi, dan Candi Kidal. Bukti mengenai keberadaan kerajaan Singosari juga diperoleh dari peninggalan berupa Arca. Salah satu arca yang dimaksud yaitu Arca Dwarapala.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, dapat kita ketahui bahwa Sumber Sejarah Kerajaan Singasari berasal dari kitab Nagarakretagama, Pararaton, dan peninggalan-peninggalan sejarah berupa Prasasti, Candi dan Arca yang sudah disebutkan diatas. Sumber-sumber sejarah tersebutlah yang digunakan oleh para ahli sejarah untuk meneliti sebuah kerajaan, untuk membuktikan keberadaan kerajaan yang dimaksud, sehingga sejarah di masa lalu dapat diketahui.

Demikian pembahasan mengenai Sumber Sejarah Kerajaan Singasari secara lengkap, semoga bermanfaat dan berguna bagi pembaca semua. Baca juga artikel menarik dan informatif lainnya seputar kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di Nusantara. Terimakasih.
Artikel Terkait :
Sumber Referensi :
  • Poesponegoro & Notosusanto. 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka.
Share ke teman kamu:
Tags :

Related : 5 Sumber Sejarah Kerajaan Singasari Lengkap