Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama Kerajaan Tarumanegara

Jelaskan bagaimana kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan agama Kerajaan Tarumanegara? Mungkin pertanyaan tersebut masih menjadi tanda tanya di benak kalian. Nah untuk itu, mari kita sama-sama mempelajari kehidupan masyarakat di Kerajaan Tarumanegara secara lengkap di berbagai bidang berdasarkan sumber peninggalan dan catatan sejarah yang berhasil ditemukan.
Di kutip dari wikipedia, Tarumanegara adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri pada abad ke 4 hingga 7 masehi, tepatnya di Pulau Jawa bagian barat. Letak kerajaan Tarumanegara dapat diketahui setelah ditemukannya beberapa peninggalan sejarah berupa prasasti. Bukti sejarah berupa prasasti merupakan sumber sejarah kerajaan Tarumanegara yang amat penting untuk menguak sejarah dan kebenaran mengenai berdirinya kerajaan bercorak Hindu Siwa ini.
Kehidupan Politik Ekonomi Sosial dan Agama Kerajaan Tarumanegara
Dari peninggalan tersebut, kita dapat mengetahui kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan agama Kerajaan Tarumanegara, disamping ada juga catatan-catatan sejarah dari luar negeri. Langsung saja, dibawah ini ulasan mengenai kehidupan masyarakat Tarumanegara di berbagai bidang.

Kehidupan Politik Kerajaan Tarumanegara

Sebelum kita bahas kehidupan politik kerajaan Tarumanegara, sedikit pendahuluan mengenai asal usul penamaan kerajaan ini. Tarumanegara berasal dari dua kata, yaitu “Tarum” dan Nagara. Tarum merupakan nama sebuah sungai di Jawa Barat, yakni Citarum. Sementara “Negara” berarti sebuah kerajaan. Keberadaan kerajaan Tarumanegara dibuktikan dari penemuan kompleks percandian Batujaya dan Cibuaya di muara Sungai Citarum.
Salah satu sumber sejarah yang mengungkap bagaimana kehidupan politik di kerajaan Tarumanegara adalah Naskah Wangsakerta. Di dalam naskah ini memuat nama raja-raja Tarumanegara yang jumlahnya dari berdiri hingga runtuh mencapai 12 raja. Memang belum ada bukti yang menyebutkan siapa pendiri kerajaan Tarumanegara, namun pada naskah Wangsakerta disebutkan bahwa raja pertama Tarumanegara bernama Jayasingawarman, namun banyak para pakar meragukan isi naskah tersebut.
Menurut naskah Wangsakerta, kerajaan Tarumanegara didirikan pada tahun 258 masehi oleh Jayasingawarman. Raja pertama ini kemudian digantikan oleh puteranya bernama Dharmayawarman. Ia memerintah dari tahun 382 hingga 395 masehi. Makam Jayasingawarman dipusarkan di tepi kali Gomati, sementara Dharmayawarman di tepi kali Candrabaga.
Raja ke 3 sekaligus raja terkenal kerajaan Tarumanegara bernama Purnawarman. Berdasarkan isi prasasti Tugu, pada masa pemerintahan raja Purnawarman sering terjadi bencana alam berupa banjir. Maka dari itu belau memerintahkan untuk menggali Sungai Candrabaga dan Gomati sepanjang 12 km (6112 tombak). 
Penggalian kedua sungai ini dilakukan setelah 22 tahun masa pemerintahan Purnawarman. Selain menghindari banjir, tujuan penggalian 2 sungai yaitu untuk mengatasi kekeringan saat musim kemarau. 
Selain ketiga raja di Kerajaan Tarumanegara diatas, berikut ini daftar silsilah raja Tarumanegara versi naskah Wangsakerta, meliputi :
  1. Jayasingawarman : tahun 358 hingga 382 masehi.
  2. Dharmayawarman : tahun 382 hingga 395 masehi.
  3. Purnawarman : tahun 395 hingga 434 masehi.
  4. Wisnuwardana : tahun 434 hingga 455 masehi.
  5. Indrawarman : tahun 455 hingga 515 masehi.
  6. Candrawarman : tahun 515 hingga 535 masehi.
  7. Suryawarman : tahun 535 hingga 561 masehi.
  8. Kertawarman : tahun 561 hingga 628 masehi.
  9. Sudhawarman : tahun 628 hingga 635 masehi.
  10. Hariwangsawarman : tahun 639 hingga 640 masehi.
  11. Nagajayawarman : tahun 640 hingga 666 masehi.
  12. Linggawarman : tahun 666 hingga 669 masehi.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Tarumanegara

Kehidupan ekonomi masyarakat kerajaan Tarumanegara mengandalkan pertanian dan perdagangan. Hal ini dibuktikan dari isi Prasasti Tugu mengenai penggalian sungai Candrabaga dan Gomati. Penggalian kedua sungai ini merupakan bukti bahwasanya selain untuk menghindari banjir, tujuannya juga digunakan untuk kegiatan irigasi-irigasi pertanian. Maka dapat kita analisis bahwa kehidupan ekonomi kerajaan Tarumanegara mengandalkan pertanian.
Gambaran bagaimana kehidupan ekonomi di kerajaan Tarumanegara dapat diketahui juga dari catatan Fa-Hien (pedagang Tiongkok). Dalam catatannya disebutkan bahwa masyarakat di kerajaan Tarumanegara memiliki mata pencaharian sebagai petani, peternak, pemburu binatang dan pedagang. Beberapa komoditas perdagangan di kerajaan ini seperti perak, kulit penyu, dan cula badak.

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Tarumanegara

Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu beraliran Wisnu. Masuknya pengaruh India di dalam kehidupan masyarakat kerajaan Tarumanegara tentu merubah kehidupan sosial yang kemudian mengenal kebudayaan Hindu. Beberapa contoh pengaruhnya seperti mengenal bahasa, sastra, sistem dewa dewi, upacara keagamaan dan mitologi.
Bukti kehidupan sosial kerajaan Tarumanegara telah terpengaruh oleh kebudayaan India yaitu dapat dilihat pada Prasasti Kebon Kopi yang memuat dua kaki Gajah Airwata (dalam mitologi Hindu, gajah ini merupakan tunggangan Batara Indra).
Kehidupan Budaya Kerajaan Tarumanegara
Masuknya pengaruh dari India kemudian menyebabkan perkembangan kebudayaan masyarakat Tarumanegara. Sebagai contoh, di bidang sastra masyarakat mulai mengenal syair. Hal ini dibuktikan dari beberapa prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara berbentuk syair, dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
Selain dibidang sastra, kebudayaan pahat juga berkembang, dibuktikan dengan kesamaan penemuan arca di Cibuaya dan di Semenanjung Melayu dan Siam. Arca yang ditemukan di Cibuaya yaitu sebuah arca Wisnu.

Kehidupan Agama Kerajaan Tarumanegara

Seperti yang sudah disinggung diatas, Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu bercorak Wisnu. Artinya mayoritas masyarakat di kerajaan Tarumanegara beragama Hindu, namun ada juga yang beragama Buddha dan kepercayaan animisme. Dasar dari pendapat tersebut yaitu Berita Fa Hien dalam bukunya berjudul Fa Kao Chi.
Dijelaskan bahwa pada tahun 414 masehi di Ye-Po-Ti (Jawadwipa) ia menjumpai sedikit masyarakat yang beragama Buddha, kebanyakan masyarakat beragama Hindu, dan agama kotor (animisme). Salah satu sumber sejarah ini berasal dari luar negeri, yaitu berita dari Tiongkok (China).
Baca Juga :
Demikian pembahasan mengenai Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama Kerajaan Tarumanegara. Dengan membaca pembahasan diatas, diharapkan kalian telah mengetahui kehidupan masyarakat kerajaan Tarumanegara di berbagai bidang. Kurang lebih kami mohon maaf, baca juga artikel informatif dan menarik lainnya Terimakasih.
Sumber Referensi :
  • Poesponegoro., M. D. & Notosusanto., N. 1993. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta : Balai Pusataka. Halaman 37-45.
  • N.J.Krom. “inventaris der Hindoe-Oudheden“. ROD 1914-1915.
  • Wikipedia.