Sejarah Zaman Megalitikum Rangkuman : Jenis Manusia, Kehidupan Sosial, dan Kepercayaan

Sejarah Zaman Megalitikum – Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai zaman megalitikum, mulai dari pengertian, kehidupan sosial, jenis manusia, cara hidup, ciri kehidupan sampai dengan kepercayaan yang dianut. Rangkuman analisis zaman megalitikum ini bersumber dari buku berjudul “Sejarah Indonesia Masa Pra-Aksara” karya penulis bernama Drs. Herimanto, M.Pd., M.Si. Oke langsung saja, berikut ini penjelasannya.

Pertama, pengertian zaman Megalitikum. Perlu anda ketahui, zaman megalitikum merupakan salah satu dari 4 tahap dalam kehidupan zaman batu. Mulai dari zaman Paleolitikum (zaman Batu Tua), zaman Mesolitikum (Zaman Batu Tengah), Neolitikum (zaman batu muda) dan Megalitikum (zaman batu besar). Apa pengertian zaman Megalitikum?

Sejarah Zaman Megalitikum Rangkuman Materi
Sejarah Zaman Megalitikum

Pengertian zaman megalitikum adalah zaman dimana manusia telah bisa membuat hasil kebudayaan yang terbuat dari bahan batu batu besar. Disebut kebudayaan Megalitikum karena semua alat yang digunakan atau dihasilkan merupakan berasal dari batu-batu berukuran besar. Kemudian secara etimologi, Megalitikum berasal 2 kata dalam bahasa Yunani yakni “Mega” dan “Lithos”. Mega artinya besar dan Lithos memiliki makna batu.

Jenis Manusia Zaman Megalitikum

Ada dua jenis manusia purba pada zaman Megalitikum yaitu jenis Mongoloid dan Australomelannesid. Kenapa bisa ada dua? Karena manusia purba yang ditemukan pada zaman ini berbeda-beda di setiap daerah dan tidak ditemukan rangka manusia purba yang benar-benar utuh.

Baca Juga : Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Berdasarkan bukti temuan yang sudah dilakukan oleh para arkeolog, dapat disimpulkan bahwa manusia purba yang berhasil ditemukan di Indonesia bagian barat sama dengan manusia purba yang ditemukan di Asia Tenggara (ciri-ciri Mingoloid). Sementara itu, di Indonesia bagian timur manusia purbanya lebih condong ciri-cirinya seperti Australomelanosid.

Ciri Kehidupan Manusia Purba Zaman Megalitikum

Kehidupan manusia purba Zaman Megalitikum sudah mulai memproduksi bahan makanannya sendiri, jadi tidak hanya menggunakannya saja tetapi sudah bisa mengolahnya. Penemuan-penemuan baru pada zaman ini yaitu penguasaan sumber sumber alam, misalnya menemukan tumbuhan yang bisa diolah dan sudah bisa menjinakkan hewan. Tetapi, kebiasaan untuk berburu hewan di hutan tetap dilakukan.
Kehidupan sosial zaman megalitikum mereka hidup pada kelompok-kelompok yang besar, hal tersebut terjadi karena sudah adanya pertanian dan peternakan sehingga populasi penduduk yang menetap semakin bertambah. Ditambah lagi makanan yang tersedia lebih banyak, sehingga kehidupan sosial zaman megalitikum lebih tertata rapi dan mereka menetap, tidak berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.

Cara Hidup Manusia Zaman Megalitikum

Manusia zaman megalitikum sudah banyak melakukan kegiatan pada kehidupannya atau bisa dikatakan sudah memiliki banyak aktivitas, seperti bercocok tanam dan mengumpulkan makanan. Kehidupan manusia zaman Megalitikum memiliki ciri-ciri utama, yaitu mereka sudah bisa membuat hasil kebudayaan dari bahan batu batu berukuran besar.
Sementara itu, kehidupan zaman Megalitikum di Indonesia meninggalkan beberapa bukti keberadaannya. Beberapa bukti meliputi 19 situs Megalitikum yang terdapat di Sumatera Utara. Situs ini berbentuk kumpulan patung yang dibuat dengan dipahat. Kemudian bukti lain adalah kegiatan membuat batu besar yang bertujuan memperingati kematian orang penting di Nias. Bukti ke tiga yaitu kegiatan kubur batu yang berlangsung di Sumba Nusa Tenggara Timur, kegiatan ini masih dilakukan di beberapa perkampungan disana.

Kepercayaan Zaman Megalitikum

Setidaknya ada 3 kepercayaan yang dianut pada zaman Megalitikum, diantaranya yaitu Animisme, Dinamisme dan Totemisme. Kepercayaan animisme artinya mereka menyembah roh-roh nenek moyang mereka. Manusia purba zaman ini beranggapan bahwa setiap benda baik hidup atau mati pasti mempunyai roh. Roh atau bisa disebut nyawa para leluhur mereka seperti kepala suku, pendeta, dll, dianggap suci dan wajib disembah.
Kepercayaan selanjutnya dinamisme artinya mereka menyembah benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib seperti keris dan keris. Benda-benda tersebut dipercaya dapat memberikan pengaruh baik bagi kehidupan masyarakat. Kemudian Tetonisme artinya menyembah binatang-binatang tertentu yang memiliki kekuatan lebih dari manusia, seperti harimau, buaya, gajah dan lainnya.

Kesimpulan

Sejarah Zaman Megalitikum adalah masa dimana manusia telah bisa membuat hasil kebudayaan yang terbuat dari bahan batu batu besar. Manusia yang hidup pada masa ini sudah mengenal sistem kepercayaan. Kepercayaan atau agama yang dianut adalah menyembah para arwah / roh nenek moyang mereka. Munculnya kepercayaan disebabkan karena pengetahuan di zaman megalitikum sudah berkembang ke arah kemajuan.

Peninggalan Zaman Megalitikum

Peninggalan sejarah zaman Megalitikum masih dapat kita lihat sampai sekarang, contohnya dari suku yang ada di Indonesia masih menggunakan hasil kebudayaan Megalitikum. Berikut ini beberapa peninggalan kebudayaan pada zaman ini.

  • Peti Kubur atau Waruga, peninggalan ini merupakan peninggalan dari Minahasa sejak zaman Megalitikum.
  • Meja dari batu atau bisa disebut juga Dolmen, fungsinya sebagai tempat untuk sesaji pemujaan.
  • Patung atau arca batu yang terbuat dari batu, berbentuk binatang dan manusia.
  • Bangunan bertingkat atau bisa disebut Punden Berundak. Dari bentuk tersebut merupakan sebagai tempat pemujaan

Dalam sejarah zaman Megalitikum orang-orang yang hidup pada saat itu sudah mengetahui dan melakukan ternak dan bercocok tanam. Mereka yang hidup sudah melakukan food producing atau mengolah makanannya sendiri. Manusia zaman Megalitikum sudah melakukan kegiatan pertanian, tetapi masih primitif. Hal ini karena mereka masih menggunakan tanah kering untuk lahan pertanian. selain itu tanah yang telah digunakan ditinggalkan begitu saja, tidak digunakan untuk pertanian lagi.

Itulah sedikit rangkuman mengenai Sejarah Zaman Megalitikum : Kehidupan Sosial, Cara Hidup, Jenis Manusia dan Kepercayaan. Semoga berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Jangan lupa baca artikel lain terkait dengan sejarah masa Pra Aksara berikut ini.

Baca Juga Artikel Terkait :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *