3 Ekosistem Pantai: Hutan Bakau, Estuaria, dan Terumbu Karang

Contoh Ekosistem Pantai Berupa Hutan Bakau, Estuaria dan Terumbu Karang Beserta Penjelasannya – Ekosistem pantai negara kita adalah ekosistem laut tropis. Ekosistem yang ada di perairan laut tropis mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat. Daerah ekosistem pantai merupakan habitat yang baik bagi ikan laut.

Baca: Mata Pencaharian Penduduk Pantai

Daerah pantai dan pesisir mempunyai beberapa ekosistem antara lain:

Ekosistem Pantai Hutan Bakau (mangrove)

Ekosistem Pantai

Mangrove adalah komunitas tumbuhan pada wilayah pesisir yang tahan terhadap perubahan kadar garam akibat pasang-surut air laut. Mangrove hidup di daerah antara level pasang-naik tertinggi sampai level di sekitar atau di atas permukaan laut. Komunitas mangrove hidup di daerah terlindung pantai tropis maupun sub-tropis. Jumlah terbesar dijumpai di kawasan Asia Tenggara yang mempunyai curah hujan tinggi dan berlangsung hampir sepanjang tahun. Ada sekitar 3,75 juta ha hutan bakau di Indonesia.

Di dunia diperkirakan terdapat 89 spesies mangrove. Sebanyak 74 spesies hidup di Asia Tenggara. Mayoritas mangrove tumbuh subur di daerah tropis di sekitar ekuator. Sebagian kecil mangrove masih dapat hidup di daerah subtropis, yaitu sampai pada sekitar 35º LU dan 35º LS. Pada wilayah sekitar tropis dan subtropis komunitas mangrove mendominasi sekitar 75% dari garis pantai. Artinya di wilayah itu sebagian besar pantai berhutan bakau.

Baca: Alat Pengukur Cuaca

Ekosistem Pantai Estuaria

Kalau kamu pergi di suatu pantai yang ada muara sungainya, akan melihat muara sungai melebar seperti corong ketika air laut pasang naik, dan merapat sempit menyamping ketika pasang rendah (surut). Estuari atau estuaria adalah perairan semi tertutup yang memiliki air laut dengan kadar garam tinggi dapat bercampur dengan air tawar, sehingga akan menghasilkan suatu masyarakat (komunitas) yang khas dengan kondisi lingkungan yang bervariasi.

Baca: Pengertian Cuaca dan Iklim

Ekosistem Terumbu Karang

Pernahkan kamu melihat terumbu karang? Apabila kamu pergi ke pantai yang berbatuan gamping, kamu dapat melihat terumbu karang. Terumbu karang (coral reef) sebenarnya merupakan makhluk hidup atau organisme di dasar perairan pantai dalam bentuk batuan kapur yang cukup kuat dalam menahan gelombang laut.

Organisme-organisme yang hidup di ekosistem ini didominasi oleh binatang karang yang mempunyai rangka kapur. Terumbu karang dibedakan atas binatang karang (reef coral) sebagai organisme dan terumbu karang (coral reef) sebagai suatu ekosistem.

Berdasarkan kemampuan memproduksi kapur, terdapat dua macam tipe karang, yaitu karang yang membentuk bangunan kapur (hermatypic coral) dan yang tidak dapat membentuk bangunan kapur (ahermatypic coral).

Ekosistem terumbu karang dapat dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan geomorfologinya, yaitu sebagai berikut.

  • Terumbu karang tepi.
  • Terumbu karang penghalang.
  • Terumbu karang cincin.

Baca Juga: Pengertian Air Permukaan dan Air Tanah

Demikian pembahasan secara singkat mengenai 3 Ekosistem Pantai: Hutan Bakau, Estuaria, dan Terumbu Karang. Semoga rangkuman materi diatas dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian, dan jangan lupa baca artikel manarik dan informatif lainnya. Terimakasih.