Isi 7 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara Beserta Gambarnya

“Isi 7 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara” merupakan tema yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya mengenai Sejarah Kerajaan Tarumanegara bisa dibaca terlebih dahulu.

Setiap kerajaan tentu memiliki beberapa bukti peninggalan sejarahnya, baik berupa candi, prasasti, arca atau bukti peninggalan lainnya. Nah salah satu sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara adalah berupa prasasti yang jumlahnya 7. Mungkin saja masih banyak prasasti yang belum ditemukan dan keberadaannya tidak diketahui sampai sekarang.

Isi 7 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Lantas apa saja prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara? Sebutkan 7 prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara? Apa isi 7 prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab pada pembahasan dibawah ini, silahkan disimak.

Baca : Letak Kerajaan Tarumanegara Berdasarkan Bukti

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

1. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang pertama yaitu prasasti Kebon Kopi. Seperti namanya, prasasti ini ditemukan di kebun kopi. Lokasi penemuan prasasti ini yakni di Desa Muara Hilir Kec. Cibungbulang, Kab. Bogor. Pada prasasti ini terdapat pahatan sepasang telapak kaki gajah. Lantas isi prasasti ini membahas tentang apa? baca : Isi Prasasti Kebon Kopi

2. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu
Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang kedua yaitu prasasti Tugu. Lokasi penemuan prasasti tugu yakni berada di Bekasi, tepatnya di Desa Batutumbu. Isi prasasti ini menjelaskan tentang penggalian sungai Gamati untuk menghindari bencana banjir yang sering terjadi di kerajaan Tarumanegara, penggagasnya bernama raja Purnawarman. Baca selengkapnya : Isi Prasasti Tugu

3. Prasasti Jambu

Prasasti Kerajaan Tarumanegara

Prasasti ketiga peninggalan kerajaan Tarumenegara yaitu prasasti Jambu yang berhasil ditemukan di bukit yang bernama Koleangkak tepatnya pada perkebunan Jambu. Dari lokasi penemuan tersebut prasasti Jambu juga sering disebut prasasti Koleangkak. Secara singkat, prasasti ini berisi tentang pemerintahan pada masa raja Mulawarman. Baca : Isi Prasasti Jambu

4. Prasasti Lebak

Prasasti Lebak
Prasasti Lebak merupakan prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang ke empat. Prasasti lebak juga sering disebut prasasti Cidanghiyang, ditemukan di Desa Lebak, tepatnya di tepi sungai Cidanghiyang, Kec Munjul, Kab Pandeglang. Secara singkat, isi prasasti ini berjumlah dua baris dan membahas mengenai keberanian raja Purnawarman. Baca selengkapnya : Isi Prasasti Lebak

5. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi
Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara selanjutnya adalah prasasti Pasir Awi. Lokasi penemuan prasasti Pasir Awi berada di bukit pasir awi dengan ketinggian 599 diatas permuakaan laut. Bukit tersebut berada di kawasan Cipamingkis, kab. Bogor. Apa isi prasasti Pasir Awi ? Baca : Isi Prasasti Pasir Awi

6. Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun
 
Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea merupakan prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang berhasil ditemukan. Lokasi penemuan prasasti Ciaruteun berada di dakat tepi sungai Ciaruteun di kab. Bogor. Prasasti ini berisi 4 baris dengan bahasa Sansekerta dan hurufnya Pallawa. Selain isi tersebut, terdapat juga pahatan / lukisan berupa gambar telapak kaki dan hewan semacam laba-laa. Untuk lebih jelasnya, baca : Isi Prasasti Ciaruteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

7. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten
Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang terakhir yaitu prasasti Muara Cianten, terletak di tepi sungai Cisadane dan dekat dengan Muara Cianten. Prasasti Muara Cianten berbentuk batu besar dan memiliki pahatan atau goresan yang berupa gambar salur saluran (pilin).  Untuk lebih jelasnnya, baca : Prasasti Muara Cianten
Demikian pembahasan mengenai Isi 7 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumenegara, semoga bermanfaat dan berguna bagi pembaca. Jangan lupa baca artikel menarik lainnya. Sekian, terimakasih.
3 Comments