Pengertian Air Permukaan dan Air Tanah Beserta Contohnya

Pengertian Air Permukaan dan Air Tanah Beserta Contohnya – Tubuh air daratan dapat dibagi dua, yaitu air permukaan dan air tanah. Air di daratan, walaupun jumlahnya hanya sedikit (0,73%) tetapi sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Makhluk hidup bisa bertahan hidup bila ada air. Air di daratan berupa air tawar.

Air di daratan meliputi air permukaan dan air tanah. Pengertian air permukaan adalah air yang ada di permukaan bumi seperti sungai, telaga, dan danau. Sementara air tanah adalah air yang berada dalam tanah contohnya mata air, dan air sumur.

Baca: Pengertian Cuaca dan Iklim

Pengertian Air Permukaan

Mengacu pada pengertian air permukaan yang tekah dijelaskan diatas, terdapat berapa macam air permukaan. Air yang ada di permukaan dapat dibagi menjadi air bergerak dan air diam. Air bergerak adalah air yang mengalir dipermukaan, yaitu sungai. Air diam atau menggenang adalah air yang menggenangi bagian cekung atau ledokan yang ada di permukaan tanah contohnya danau, telaga dan rawa.

Pengertian Air Permukaan
Pengertian Air Permukaan dan Air Tanah

1. Sungai

Air hujan yang jatuh di permukaan bumi kemudian tertampung di ledokanledokan atau di cekungan-cekungan. Setelah penuh kemudian akan meluap. Luapan air permukaan kemudian masuk pada alur-alur sungai. Jadilah air sungai. Air sungai juga berasal dari mata air.

Berdasarkan keajegan(konsistensi) alirannya, sungai terdiri atas sungai menahun dan sungai musiman(periodik). Dinamakan sungai tahunan apabila aliran airnya berlangsung sepanjang tahun. Disebut sungai musiman apabila air hanya mengalir setiap musim penghujan saja.

Volume air yang mengalir setiap waktu berubah-ubah. Volume air tiap waktu disebut debit air. Di daerah hulu sungai dan hilir sungai debit air bisa sama, tetapi kecepatan air berbeda. Di daerah hulu sungai kemiringan sungai curam, sehingga air mengalir dengan sangat cepat. Kebalikannya di bagian hilir sungai sangat landai, sehingga air mengalir sangat pelan. Di bagian hulu air mengalir deras sehingga daya angkut sungai besar. Banyak batuan-batuan besar terangkut aliran air. Di bagian hilir alir mengalir lambat, sehingga yang terangkut batuan-batuan halus.

Baca: Unsur Cuaca dan Iklim

Klasifikasi Sungai

Mengacu pada pengertian air permukaan, berdasarkan sumber airnya, sungai dapat dibedakan menjadi:

  • Sungai hujan, adalah sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan dan mata air.
  • Sungai glester, adalah sungai yang sumbernya dari cairan es atau es yang mencair.
  • Sungai campuran, adalah sumber airnya bervariasi, berasal dari air hujan, cairan es dan mata air.

Jenis sungai berdasarkan kontinuitas aliran atau keajegannya :

  • Sungai ephiemeral, adalah sungai ini mengalir pada saat terjadi hujan dan sesaat setelah hujan berhenti.
  • Sungai intermitten, adalah sungai yang mengalir saat musim hujan saja, apabila musim kemarau sungai akan kering.
  • Sungai perenial, adalah sungai yang mengalir sepanjang tahun baik saat musim hujan atau pun kemarau. Jenis sungai ini dibedakan menjadi dua, yakni sungai periodik (sungai alirannya banyak saat musim hujan) dan sungai permanen (alirannya tetap).

2. Danau

Danau dapat diartikan sebagai suatu cekungan atau ledokan sangat besar di daratan yang berisi air. Ukuran diameternya mencapai beberapa kilometer dengan kedalaman beberapa ratus meter. Sumber airnya berasal dari air hujan, air tanah, atau mata air. Air danau dapat berkurang karena adanya penguapan (infiltrasi) ke dalam tanah dan mengalir ke sungai. Ada banyak danau di Indonesia contohnya Danau Toba, Danau Tempe, Danau Batur, dan sebagainya.

Mengacu pada pengertian air permukaan dam pengertian danau diatas, terdapat beberapa syarat danau, antara lain:

  • Kedalaman air mencapai beberapa puluh meter dan sudah menunjukkan adanya tingkatan suhu atau perlapisan suhu pada kedalaman tersebut.
  • Genangan hingga beberapa kilometer persegi.
  • Vegetasi air yang mengapung tidak dapat menutupi seluruh permukaan genangan.
  • Adanya gelombang yang dapat menyebabkan terjadinya abrasi pantai.

Baca: Alat Pengukur Cuaca dan Fungsinya

Klasifikasi Danau

Danau dapat diklasifikasikan berdasarkan cara terjadinya, yaitu sebagai berikut.

1. Danau Tektonik

Danau ini terjadi karena adanya peristiwa tektonik(pergerakan/pergeseran kulit bumi). Peristiwa ini dapat menyebabkan sebagian permukaan bumi mengalami penurunan atau patahan, sehingga membentuk suatu ledokan atau cekungan.

Jika ledokan terisi air maka akan terbentuk danau. Misalnya: Danau Poso, Danau Maninjau, dan Danau Tempe.

2. Danau Kawah (vulkanik)

Adanya runtuhan pada puncak gunung berapi akibat dari letusan, dapat menyebabkan terbentuknya cekungan pada puncak gunung. Jika terisi air maka cekungan ini akan terbentuk genangan yang disebut dengan danau kawah. Misalnya : Danau Rinjani dan Telaga Menjer.

3. Danau Gletser

Danau ini terbentuk sebagai akibat dari adanya pencairan salju, es atau gletser yang kemudian airnya mengisi cekungan yang ada di bawahnya. Misalnya : Danau The Great Lakes (Amerika Utara, Danau Geneva dan Boken (Swiss)

4. Danau Karst

Danau ini terbentuk akibat adanya dolina yang tersumbat. Danau ini terbentuk pada daerah yang berbatuan gamping atau topografi karst. Misalnya: danaudanau di Gunung Kidul dan Wonogiri.

5. Danau Bendung (waduk)

Danau ini terbentuk karena adanya pembendungan aliran yang dilakukan oleh manusia. Danau ini terbentuk jika didaerah sekeliling genangan berupa pegunungan. Misalnya: Waduk Gajahmungkur dan Waduk Kedungombo (Jawa Tengah).

6. Danau Laguna

Laguna merupakan danau yang terbentuk sebagai akibat dari adanya aktivitas arus pantai dan ombak. Adanya aktivitas ini menyebabkan terbentuknya tandon-tandon pasir disepanjang pantai yang menghambat aliran air sungai.

Artikel menarik: Pengertian Globe dan Manfaatnya

3. Telaga

Apabila danau memiliki kedalaman hingga beberapa puluh meter dan luas beberapa kilometer, telaga mempunyai kedalaman beberapa meter saja dengan luas hingga beberapa puluh meter. Pada telaga pepohonan besar yang ada di tepi telaga masih bisa menutupi sebagian besar permukaan telaga.

Pada dasarnya telaga hampir sama dengan danau. Perbedaannya adalah bahwa telaga mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan danau. Dengan demikian pada telaga tidak ada tingkatan suhu pada kedalamannya dan belum ada gelombang yang mengabrasi.

Dengan demikian genangan disebut telaga bila:

  • Genangan air tidak terlalu dalam dan belum menunjukkan adanya tingkatan perlapisan suhu pada kedalaman tersebut.
  • Genangan cukup sempit hingga hanya beberapa ribu meter persegi.
  • Tumbuhan air yang mengapung dapat menutupi seluruh permukaan genangan.
  • Belum menunjukkan adanya gelombang yang dapat menyebabkan terjadinya abrasi pantai.

4. Rawa

Rawa adalah perairan yang mempunyai kedalaman air hanya beberapa meter. Hampir sama dengan kedalaman telaga, tetapi di rawa biasanya tumbuh pepohonan. Luas rawa bisa mencapai berkilo-kilo meter. Rawa biasanya merupakan dataran rendah yang tergenang oleh air. Airnya bisa berasal dari air hujan, air tanah maupun dari air sungai. Rawa mempunyai ukuran luas yang sangat bervariasi dari ukuran yang kecil hingga ukuran yang sangat luas.

Di Pulau Jawa ukuran luas rawa biasanya hanya sempit-sempit, sedangkan di Pulau Kalimantan rawa-rawa mempunyai ukuran yang luas. Kedalaman air dari rawa biasanya dangkal, sehingga belum menunjukkan adanya strata suhu. Air rawa biasanya asam sehingga hanya tumbuh-tumbuhan yang tahan asam yang dapat hidup di daerah ini. Banyak tanah-tanah gambut di daerah rawa. Misalnya, Rawa Jombor, Klaten, Jawa Tengah.

Manfaat Rawa Bagi Kehidupan

Rawa bermanfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat rawa antara lain sebagai berikut :

  • Dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai keramba perikanan, sehingga memperoleh keuntungan.
  • Sebagai obyek wisata ataupun sebagai tempat kolam pemancingan.
  • Dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
  • Digunakan untuk mengendalikan banjir.

Perairan Laut

Setelah mengetahui pengertian air permukaan dan contohnya yang sudah dijelaskan diatas, kalian juga perlu memahami tentang perairan laut. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan dan juga sekaligus negara bahari. Hal ini kemudian menyebabkan Indonesia mempunyai banyak perairan dan lautan. Bila kalian pergi ke tepi pantai apakah yang kalian lihat? Laut tampak sangat luas bukan?

Perairan laut dapat dibedakan menurut letak, dan zonasi kedalaman. Pembedaan tersebut diperlukan karena ada kaitan dengan karakteristik dan pemanfaatannya.

Baca: Proses Tenaga Eksogen dan Pengaruhnya

Jenis-Jenis Perairan Laut

Kemudian mengacu pada pengertian air permukaan dan pengertian perairan laut diatas, jenis-jenis perairan laut menurut dasar pembedaan tersebut adalah sebagai berikut.

Menurut letaknya, laut dibedakan menjadi:

  1. Laut pedalaman, yaitu laut yang seluruhnya atau hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contoh: Laut Hitam dan Laut Kaspia.
  2. Laut tepi, yaitu laut yang terletak di tepi benua dan tepi samudra. Contoh: Laut Cina Selatan, Laut Jepang, Laut Kuning, dan Laut Arab.
  3. Laut tengah, yaitu laut yang terletak di antara pulau-pulau. Contoh: Lautlaut di Indonesia, seperti Laut Banda, Laut Jawa, Laut Sulawesi.

Berdasarkan zonasi kedalamannya, perairan laut dibedakan menjadi:

  1. Wilayah pasang (litoral), yaitu wilayah perairan laut yang terletak antara garis pasang tinggi dan garis pasang rendah. Wilayah ini merupakan wilayah yang berair saat pasang tinggi, dan tak berair pada saat pasang rendah atau surut.
  2. Wilayah laut dangkal (neritik), yaitu wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman kurang dari 200 m. Di wilayah ini sinar matahari masih dapat menembus sebagian dasar laut.
  3. Wilayah laut dalam (bathyal), yaitu perairan laut dengan kedalaman 200-1000 m. Kedalaman 200 meter dikatakan sebagai batas antara landasan kontinen dan samudra.
  4. Wilayah laut sangat dalam (abysal), kedalamannya lebih dari 1000 m.

Baca Juga: Pengertian Peta dan Komponen Peta

Pengertian Air Tanah

Berbeda dengan pengertian air permukaan, air tanah dapat berupa air sumur ataupun mata air. Jadi air yang kita ambil dari sumur adalah air tanah. Air tanah biasanya mengandung cukup mineral. Berbeda dengan air hujan yang miskin mineral. Air tanah bila digunakan untuk mencuci dengan menggunakan sabun banyak mengeluarkan busa.

Apabila mencuci dengan air hujan tidak banyak mengeluarkan busa. Hal itu karena air tanah banyak mengandung mineral khususnya CaCO3 yang berbusa bila bercampur dengan soda. Air tanah dapat keluar ke permukaan sebagai mata air.

Daerah pesisir utara Pulau Jawa kedalaman air tanahnya dangkal. Di daerah pegunungan, yang sungainya dalam dan curam, seperti lereng Gunung Merapi, lereng Gunung Merbabu, dan sebagainya biasanya air tanahnya dalam.

Dari mana air tanah berasal? Air tanah berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah. Air tanah dapat dibedakan menjadi berikut.

1) Air Tanah Bebas

Air tanah bebas, yaitu air tanah yang terletak di atas lapisan tanah tidak tembus air (impermeabel) dan di bawah lapisan tanah yang tembus air permeabel disebut dengan air tanah bebas.

2) Air Tanah Tertekan

Air tanah tertekan, yaitu air tanah yang terletak di antara dua lapisan tanah yang tidak tembus air (impermeabel) disebut dengan air tanah tertekan. Sumur yang dibuat pada air tanah jenis ini sering disebut dengan sumur artesis.

Baca Juga: Ekosistem Pantai

Demikian pembahasan secara lengkap mengenai pengertian air permukaan dan air tanah beserta contohnya. Semoga rangkuman materi diatas bermanfaat dan berguna bagi kalian semua. Baca juga artikel menarik dan informatif lainnya. Terimakasih.