Runtuhnya Kerajaan Kediri Pada Tahun 1222 Secara Singkat

Jelaskan penyebab runtuhnya kerajaan Kediri? Salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Timur adalah kerajaan Kediri atau nama lainnya Panjalu dan Daha (ibukota). Masa-masa kerajaan ini diperkirakan berlangsung pada tahun 1042 hingga 1222 Masehi. Nah berikut ini akan kita bahas mengenai beberapa sebab runtuhnya kerajaan Kediri secara singkat berdasarkan sumber dari kitab Negarakertagama dan Pararaton.

Runtuhnya Kerajaan Kediri

Baca: Sumber Sejarah Kerajaan Kediri

Runtuhnya Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri runtuh pada tahun 1144 Saka (1222 M). Menurut kitab Negarakertagama, Sri Ranggah Rajasa yang bertahta di Kutaraja, ibu kota kerajaan Tumepel di sebelah timur Gunung Kawi, pada tahun 1144 S (1222 M) menyerang raja Kediri, yaitu raja Sri Kertajaya.

Kertajaya kemudian kalah, melarikan diri ketempat para ajar di lereng gunung yang sunyi. Semua pengikutnya, termasuk prajuritnya yang tertinggal di kerajaan dapat dihancurkan.

Menurut kitab Pararaton, raja Kediri bernama Dandang Gendis. Pada suatu ketika raja minta kepada para bhujangga penganut agama Siwa dan Budha supaya menyembah kepadanya. Pada bhujangga menolak, karena sepanjang sejarah tidak ada bhujangga menyembah para raja.

Baca: Pendiri Kerajaan Kediri

Raja kemudian memperlihatkan kesaktiannya dengan memancangkan tombak di dalam tanah dengan ujungnya di atas, dam ia lalu duduk di atas ujung tombak dalam bentuk Bhatara Guru, berlengan empat dan bermata tiga.

Para bhujangga tetap menolak menyembah raja, lalu melarikan diri ke Tumepel berlindung pada Ken Arok. Sejak saat itu, Tumepel tidak mengakui kekuasaan kerajaan Daha (Kediri).

Runtuhnya Kediri Karena Serangan Ken Arok

Tidak lama kemudian para bhujangga penganut agama Siwa dan Budha merestui Ken Arok sebagai raja di Tumepel, negaranya bernama Singhasari, dengan gelar penobatannya Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi. Lalu ia menyerang Daha.

Tentara Daha (Kediri) dipimpin oleh adik raja Dandang Gendis, Mahisa Bungalan. Pertempuran terjadi disebelah utara Genter. Dalam pertempuran tersebut, Daha terdesak dan Mahisa Bungalan gugur dalam pertempuran bersama dengan menterinya bernama Gubar Baleman.

Raja Dandang Gendis kemudian mengundurkan diri dari pertempuran, lalu kembali ke alam dewa-dewa bersama dengan segenap pengikutnya. Demikian pula halnya dengan adik-adik raja tiga orang yang semuanya wanita ikut kembali ke alam dewa-dewa dan lenyap bersama istananya.

Demikianlah kitab Negarakertagama memberikan keterangan kepada kita bahwa runtuhnya kerajaan Kediri (Daha) terjadi pada tahun 1222 Masehi. Maka berakhirlah kekuasaan wangsa Isana setelah memerintah selama 3 abad, seperti halnya wangsa Sailendra.

Dalam kirab Negarakertagama disebutkan pula dengan ditaklukkannya Kediri oleh Ken Arok dari Tumepel, maka bersatu lah Janggala dan Kediri sama-sama di Tumepel.

Baca: Sejarah dan Kisah Ken Arok

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kediri

Berdasarkan penjelasan agak rumit diatas, dapat kita simpulkan sebab dan kapan waktu yang tepat mengenai runtuhnya kerajaan Kediri. Terdapat dua versi, yaitu versi kitab Negarakertagama dan Pararaton.

Berdasarkan versi kitab Negarakertagama, penyebab runtuhnya kerajaan Kediri adalah akibat serangan dari kerajaan Tumepel yang terletak di sebelah timur Gunung Kawi. Serangan dilakukan pada tahun 1144 Saka atau sekitar 1222 Masehi.

Dijelaskan pula tokoh utama di pihak Tumepel yaitu Sri Ranggah Rajasa, sementara raja Kediri saat itu adalah Sri Kertajaya. Akibat serangan tersebut, Kertajaya kalah dan melarikan diri.

Kemudian runtuhnya kerajaan Kediri versi kitab Pararaton lebih rinci dijelaskan. Bahwasanya kekuasaan raja di Kediri yaitu raja Dandang Gendis, ia menyuruh para bhujangga untuk menyembahnya. Buhujangga tersebur diperkirakan adalah Brahmana penganut Siwa dan Budha.

Para Brahmana kemudian menolak untuk menyembah raja, dan melarikan diri ke Tumepel meminta perlindungan kepada Ken Arok. Para brahmana tersebut kemudian mengakui Ken Arok sebagai raja di Tumepel. Ken Arok bersama pasukannya kemudian menyerang kerajaan Kediri. Dalam pertempuran tersebut kerajaan Daha terdesak dan dan dapat dikalahkan.

Baca Juga: Letak Kerajaan Kediri

Kesimpulan

Disini kita mempunyai fakta sejarah di mana seorang yang semula berkedudukan sebagai samya haji merebut kekuasaan dari maharaja. Maka kita dapat melihat bagaimana pengarang kitab Negarakertagama maupun Pararaton mencoba menutupi fakta bahwa raja Kertajaya dari Kediri mati terbunuh di dalam medan pertempuran.

Kitab Negarakertagama melukiskan bahwa raja Kertajaya melarikan diri dan bersembunyi di lereng gunung yang sunyi bersama para pertapa, sedangkan kitab Pararaton mengatakan bahwa raja Dandang Gendis bersama para pengikutnya, saudaranya, dan bahkan istananya lenyap kembali ke alam kedewaan tiada bekasnya.

Baca : Rangkuman Sejarah Kerajaan Kediri

Demikian pembahasan secara singkat mengenai Runtuhnya Kerajaan Kediri berdasarkan sumber kitab Negarakertagama dan Pararaton. Semoga ulasan diatas berguna dan bermanfaat bagi kalian semua. Kurang lebih kami mohon maaf, terimakasih.