Candi Gedong Songo: Sejarah, Asal-Usul dan Misterinya +Gambarnya

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas sejarah candi Gedong Songo secara lengkap, meliputi : Sejarah penemuan, asal usul candi, mitos dan gambarnya. Gedong Songo merupakan salah satu candi yang berada di Jawa Tengah. Candi ini memiliki daya tarik begitu besar bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Hal tersebut dibuktikan dengan ramainya pengunjung candi saat musim liburan tiba. Letak Candi Gedong Songo berada di Lereng G. Ungaran, tepatnya di Desa Candi, Kec. Sumowono.

Lokasi candi ini terbilang cukup unik, yakni di perbukitan dataran tinggi. Dari lokasi ini, kemudian dapat membuat daya tarik bagi para pengunjung. Berdasarkan lokasi yang berada di perbukitan, para ahli menduga bahwa Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Sanjaya.

Sejarah Candi Gedong Songo

Berdasarkan analisis letak dan gaya arsitekturnya, Candi Gedong Songo diperkirakan dibangun berdasarkan keperluan tujuan yaitu sebagai tempat pemujaan. Hal ini dikarenakan orang-orang pada masa lalau menganggap perbukitan atau dataran tinggi merupakan tempat bersemayamnya para dewa.

Sejarah Penemuan Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo ditemukan oleh orang inggris bernama Raffles pada sekitar tahun 1740. Saat ditemukan, kompleks candi ini bernama Candi Gedong Pitu hal tersebut karena pada awal penemuan hanya terdapat tujuh candi. Selanjutnya kemudian ditemukan dua candi lagi setelah dilakukan penelitian oleh para peneliti Belanda. Para peneliti tersebut meliputi Knebel pada tahun 1911 dan V. Stein Callenfels tahun 1908.

Seperti candi-candi lainnya, saat pertama kali ditemukan kondisi bangunan Candi Gedong Songo belum sempurna. Oleh karena itu, pemerintah Hindia Belanda melalui dinas kepurbakalaan melakukan beberapa pemugaran terhadap candi-candi yang ditemukan di Gedong Songo. Selain pemugaran yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda, pemerintah Indonesia juga melakukan pemugaran hampir selama 10thn, yakni tahun 1972-1982.

Asal Usul Candi Gedong Songo

Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai mitos asal usulnya. Nama candi ini berasal dari bahasa Jawa yaitu Candi Gedong Songo artinya “Gedung/candi Sembilan”. Dari nama itu, kita dapat mengetahui bahwa di kompleks Gedong Songo terdapat candi dengan jumlah 9 candi.

Candi-candi tersebut tentu memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Berdasarkan sejarah dan asal-usulnya, candi ini diperkirakan merupakan peninggalan dari zaman pada saat Wangsa Sanjaya yang berkuasa di Jawa yakni abad ke 9 atau tahun 972 masehi.

Candi Gedong Songo dibangun pada abad ke tujuh masehi saat kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno / hindu atau lebih tepatnya saat putera Sanjaya berkuasa. Candi di kompleks ini merupakan candi Hindu yang dibangun dengan tujuan sebagai tempat pemujaan.

Di kompleks percandian ini juga terdapat patung dewa, meliputi : Siwa Mahakala, Siwa Mahaguru, Siwa Mahadewa, Durgamahesa Suramardhani dan Ganesya. Selain patung, di kompleks Candi Gedong Songo terdapat pula Yoni dan Lingga yang menjadi salah satu ciri-ciri candi Hindu di Nusantara atau Indonesia. Itulah sedikit asal usul dari candi ini.

Komplek Candi Gedong Songo

Kompleks Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo 1

Candi gedong satu ini terdiri dari satu bangunan, ukuran candi lebih kecil dari bentuk dasar bangunan persegi panjang. Kaki candi ini dihiasi dengan relief atau pahatan bermotif bunga pandan. Atap ini memiliki bentuk segi 4 dan polanya yaitu kertas tempel pada hiasan sekelilingnya.

Namun separuh puncak atap candi tersebut sudah rusak. Dari lokasi candi yang pertama ini, kita dapat melihat pemandangan yang indah yakni menghadap ke arah tenggara meliputi Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telemyo.

Candi Gedong Songo II 

Pada bangunan candi ke dua ini terdapat 1 bangunan yang masih utuh, bangunan tersebut memiliki bentuk denah bujursangkar dengan luas 2,5 m2. Bangunan candi ini berdiri tepat diatas batur dengan tinggi 1 meter. Tangga untuk naik ke atas candi terdapat di didepan pintu masuk menuju ruangan atau menghadap ke timur.

Kemudian terdapat pahatan Kalamarka yang berada di pintu untuk menuju ruangan candi. Atap bangunan ke dua di komplek Candi Gedong Songo ini berbentuk tiga balok susun, semakin ke atas maka semakin kecil dengan puncak yang runcing.

Namun sangat disayangkan, bagian puncak atap candi sudah hilang dan tidak ada. Sebagian hiasan bangunan candi ini sudah rusak, didepan bangunan ini terdapat bangunan lain tetapi hanya fondasinya saja.

Candi Gedong Songo III

Terdapat 3 bangunan candi pada Candi Gedong III ini, meliputi dua bangunan satu bangunan menghadap ke barat dan dua bangunan menghadap ke timur. Terdapat dua bangunan yang saling berjejer merupakan bangunan candi kembar, tetapi candi yang berada di sebelah utara merupakan yang paling besar dan paling tinggi.

Candi yang memiliki ukuran paling besar diperkirakan merupakan bangunan utama atau bangunan induk. Kedua candi tersebut berdiri diatas batur dengan bentuk persegi pada dasarnya. Seperti bangunan-bangunan candi di komplek Candi Gedong Songo lainnya atap candi gedong III berbentuk runcing.

Bangunan ini juga terdapat hiasan pahatan dengan pola kertas tempel. Pada candi utama terdapat Arca Durga pada posisi berdiri serta jumlah tangan 8 dan terdapat juga arca Ganesa yang sedang bersila.

Bangunan ketiga pada komplek Candi Gedong Songo III terletak persis di depan candi yang sudah dijelaskan diatas. Candi ini memiliki bangunan dasar berbentuk persegi panjang serta atap melengkung. Diduga Candi ketiga ini merupakan digunakan sebagai gudang atau tempat penyimpanan barang.

Candi Gedong Songo IV

Kemudian candi yang ke IV merupakan bangunan candi dengan bentuk yang masih utuh, disekitar bangunan ini juga terdapat reruntuhan candi lain. Candi yang utuh memiliki bentuk yang sama dengan candi ke II. Dengan batur setinggi 1 meter dengan bentuk persegi panjang.

Di bagian dinding luar candi terdapat tempat-tempat yang konon merupakan tempat arca. Kemudian pada candi ini juga terdapat arca yakni sosok laki-laki sedang berdiri namun arca tersebut sudah rusak. Kemudian bentuk atap candi sama dengan kebanyakan Candi di Komplek Gedong Songo, yakni berbentuk runcing.

Candi Gedong Songo V

Candi ke V terdiri dari 1 bangunan yang masih utuh dan di depannya terdapat bangunan runtuh. Bentuk bangunan ini sama bentuknya dengan bangunan-bangunan lain seperti Candi Gedong II. Terdapat sebuah arca Ganesa sedang duduk diatas bangku, posisinya bersila dan tangannya diatas lutut, namun sangat disayangkan arca tersebut sudah dalam keadaan rusak.

Baca juga: Candi Asu dan Candi Cangkuang

Demikian pembahasan mengenai candi yang berada di Komplek Candi Gedong Songo Bandungan, semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian terima kasih.