Sejarah Kerajaan Bali Kuno Lengkap, Singkat dan Peninggalannya

Pada artikel ini kita akan mengulas tentang Sejarah Kerajaan Bali Kuno secara lengkap, singkat dan jelas. Sub tema pembahasan meliputi : kehidupan masyarakat, kejayaan, kemunduran , raja-raja , dan beberapa peninggalan. Kerajaan Bali merupakan sebuah kerajaan yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat bali sendiri dan pengaruhnya masih dapat kita lihat sampai sekarang. Langsung saja berikut ini ulasannya.

Setelah Majapahit runtuh, kekuasaan di Bali kemudian diambil alih oleh Kerajaan Klungkung. Pada masa kerajaan ini juga terjadi perpecahan dan membuat kerajaan terpecah menjadi delapan kerajaan kecil yang dikenal di Bali dengan Swapraja. Kerajaan Bali yang pertama yaitu kerajaan Bedahulu berdiri pada sekitar abad ke 8 hingga ke 14 dengan pusat di Pejeng, atau Bedulu, Gianyar. Kerajaan ini diperintah oleh salah satu kelompok bangsawan yang disebut dinasti Warmadewa dengan Sri Kesari Warmadewa sebagai Raja pertamanya.

Sedang merencanakan liburan ke Bali?

Baca : 17 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Sejarah Kerajaan Bali Lengkap : Kehidupan Politik, Kejayaan, dan Peninggalan

Kehidupan Politik Kerajaan Bali

Sumber sejarah yang dapat kita ketahui Kerajaan Bali yaitu berupa beberapa cap kecil yang terbuat dari tanah liat. Cap ini memiliki ukuran 2,5 cm dan ditemukan di Pejeng. Berdasarkan perkiraan para ahli sejarah, cap tersebut dibuat kira-kira pada abad ke 8 Masehi. Selain cap, ditemukan juga prasasti yang ber-angka tahun 882 Masehi. Isi prasasti ini yaitu memberikan perintah membuat pasanggrahan di Bukit Cinta mani. Tetap nama raja saat itu tidak ditemukan dalam prasasti tersebut.

Selain itu, ditemukan juga ditemukan prasasti lain, prasasti ini memiliki angka tahun 911 Masehi. Isinya yaitu pemberian izin kepada masyarakat desa Turunan untuk membuat sebuah bangunan suji sebagai tempat pemujaan Bhattara DaTonta. Prasasti selanjutnya yang ditemukan adalah prasasti Blanjong, dari prasasti ini kerajaan Bali dapat diketahui. Prasasti Blanjong berangka tahun 914 Masehi, ditulis dengan huruf kawi dan pranangri, sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa kawi kuno dan sansekerta

Kehidupan Sosial-Budaya Kerajaan Bali

Kehidupan sosial masyarakat kerajaan didasarkan pada hal-hal sebagai berikut;
  • Agama dan kepercayaan : Masyarakat Bali meskipun sangat terbuka menerima pengaruh dari luar, tetapi mereka tetap mempertahankan kepercayaan nenek moyangnya. Masyarakat menganut agama Hindu, Budha, dan kepercayaan animisme.
  • Menggunakan Sistem Kasta : Sistem kemasyarakatan yang dianut sesuai dengan kebudayaan Hindu di India, masyarakat di Bali dibedakan dalam beberapa kasta. Untuk masyarakat yang berada di luar kasta disebut budak atau njaba.
  • Sistem Hak Waris : Dalam kehidupan keluarga di Kerajaan Bali, sistem hak waris dalam pembagian harta waris masih digunakan. Pembagian Hak waris dibedakan atas anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki memiliki hak waris yang lebih besar dibanding dengan anak perempuan.
  • Kesenian : Kesenian yang berkembang pada masyarakat Bali pada masa itu dibedakan atas sistem kesenian keraton dan sistem kesenian rakyat.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Bali

Kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Bali difokuskan kepada bidang pertanian. Hal ini atas dasar isi prasasti yang telah ditemukan dan isinya berkaitan dengan hal-hal bercocok tanam. Beberapa isi yang lain yaitu tentang sawah, parlak (sawah kering), kebun, dan irigasi (kasuwaken), dan gag (ladang). Selain itu, kegiatan lain yang dilakukan masyarakat yang juga ditemukan di kehidupan antara lain sebagai berikut:
  • Pedagang : Masyarakat Bali juga dibedakan atas pedagang, pedagang disini maksudnya pedagang laki-laki dan pedagang perempuan. Para pedagang sudah melakukan perdagangan antara pulau-pulau, hal ini dibuktikan dari isi prasasti yang ditemukan yakni prasasti Banwa Bharu.
  • Undagi : Masyarakat memiliki kepandaian atau bisa juga disebut ahli dalam bidang memahat, membuat bangunan, dan melukis.
  • Pande (perajin) : Masyarakat memiliki keahlian dalam membuat kerajinan dari bahan emas dan perak, alat-alat pertanian, alat rumah tangga, dan senjata.

Raja-Raja Kerajaan Bali

  • Raja kerajaan Bali yang pertama adalah Kesari Warmadewa. Raja ini merupakan pendiri dinasti Warmadewa. Warmadewa bertakhta di Istana Singhadwal.
  • Raja kedua ialah Ugrasena (915-942), ia bertakhta di Singha mandawa. Masa pemerintahan nya se-zaman dengan mpu sendok. Pada masa raja kedua ini, terdapat banyak peninggalan berupa prasasti, yaitu berjumlah 9. Prasasti-prasasti yang ditinggalkan isinya mengenai pembebasan pajak bagi daerah tertentu.
  • Kemudian raja ke tiga yaitu Aji Tabanendra Warmadewa, pemerintahannya berlangsung pada tahun 955 sampai 967 Masehi. Ia memerintah bersama dengan Sri Dharma Dewi (permaisurinya).
  • Raja ke empat kerajaan kali adalah Jaya Singa Warmadewa, ia memerintah pada tahun 968 sampai 975 Masehi. Salah satu peninggalannya berupa tempat pemandian yang bernama Tirtha empul, lokasi pemandian ini berada di mata air tepatnya desa manukaya.
  • Raja ke lima yaitu Janasadhu Warmadewa tahun (975-983)
  • Raja ke enam kerajaan bali yaitu Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi tahun (983)
  • Kemudian raja ke tujuh adalah Udayana Warmadewa sampai tahun 1001 M
  • Setelah Udayana wafat, pewarisnya yaitu Marakata, dengan gelar Dharmawangsawardhana Pangkajasthana Uttynngadewa (1011-1022)
  • Raja Selanjutnya adalah Anak Wungsu, raja ini juga banyak meninggalkan prasasti yaitu berjumlah lebih dari 28. Anak wungsu berhasil memerintah pada tahun 1049-1077. Selama memerintah, ia berhasil mewujudkan kerajaan yang damai, aman dan sejahtera.
  • Raja ke 10 adalah Jayasakti tahun 1133 sampai 1150. Raja Jayasakti sering disebut sebagai jelmaan dewa wisnu. Raja ini memerintah dengan penuh kebijaksanaan, dibuktikan dengan  hukum kemanusiaan dan keadilan.
  • Setelah runtuhnya Jayasakti, wilayah kekuasaan Bali dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Hal ini disebabkan karena setelah Jayasakti wafat, raja-raja yang memerintah sangat lemah.

Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Bali

Masa kejayaan Kerajaan Bali terjadi pada saat dipimpin oleh Dharmawangsa. Pada masa pemerintahan, kerajaan mengalami kejayaan dengan sistem pemerintahan yang semakin jelas daripada sebelumnya. Pada masa ini pihak kerajaan mempererat hubungan dengan kerajaan di Jawa Timur, hal ini memperkokoh kedudukan kerajaan di antara Pulau Jawa dan Bali.

Kerajaan ini kemudian mengalami keruntuhan akibat siasat dari Mahapatih Gajah Mada yang pada waktu itu sedang memperluas wilayahnya ke nusantara, awalnya ia mengajak raja Bali untuk berunding mengenai penyerahan Kerajaan Bali ke Kerajaan Majapahit, karena itulah Patih Kebo Iwa dikirim ke Majapahit untuk perundingan damai.

Akan tetapi sesampainya disana, Kebo Iwa pun dibunuh tanpa sepengetahuan, kemudian Kerajaan Majapahit mengirim Gajah Mada yang berpura-pura mengajak berunding, akan tetapi kemudian ia membunuh raja Gajah Waktra sehingga Bali berada di dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Peninggalan Kerajaan Bali

Salah satu peninggalan yang akan kita bahas yaitu Pura Goa Gajah.

Sejarah Kerajaan Bali Lengkap : Kehidupan Politik, Kejayaan, dan Peninggalan
Goa Gajah

Jika anda berada di Bali, maka kunjungilah Pura Goa Gajah yang merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan bali, kita bisa menikmati keindahan-nya dan juga suasana-nya sangat sejuk dan damai. Peninggalan Kerajaan Bali ini berlokasi di sebuah desa yang bernama Desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dan jaraknya sekitar 26 km dari kota Denpasar. Pura Goa Gajah ini memiliki lokasi yang sangat unik yakni di tepi jurang dan di bawah-nya terdapat sungai.

Demikian pembahasan mengenai Sejarah Kerajaan Bali yang meliputi : kehidupan masyarakat, kehidupan Politik, Masa Kejayaan, Kehancuran dan contoh peninggalan yang masih ada. Semoga bermanfaat bagi pembaca, kurang lebihnya mohon maaf. Sekian, Terimakasih