6 Unsur Cuaca dan Iklim Beserta Pengaruh dan Alat Ukurnya

Memahami unsur-unsur cuaca dan iklim beserta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia secara lengkap. Pembahasan kali ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya, di mana kita telah mempelajari tentang pengertian cuaca dan iklim. Secara singkat, pengertian cuaca adalah keadaan udara setiap saat atau setiap hari di lingkup yang sempit. Sedangkan definisi iklim merupakan rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam lingkup yang lebih luas.

Dari penjelasan tersebut, tentu kalian telah mengetahui perbedaan cuaca dan iklim. Lalu, apa saja unsur-unsur cuaca dan iklim? Berikut ini penjelasan terkait dengan unsur cuaca dan iklim.

Baca: Pengertian Peta dan Manfaatnya

Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim

Unsur Cuaca dan Iklim

Terdapat kurang lebih unsur cuaca dan iklim, diantaranya meliputi temperatur udara, kelembaban udara, tekanan udara, angin, awan, dan curah hujan. Itulah keenam unsur iklim dan cuaca yang perlu kalian ketahui. Informasi lebih lanjut, berikut ini penjelasan masing-masing unsur yang sudah disebutkan tersebut.

1. Temperatur Udara (Suhu Udara)

Unsur cuaca dan iklim yang pertama adalah temperatur udara. Secara umum, pancaran dari sinar matahari ke permukaan bumi tentu menimbulkan adanya energi. Energi inilah yang merupakan sumber panas yang ada di permukaan bumi. Indonesia adalah negara yang terletak di daerah katulistiwa, sehingga memperoleh lebih banyak sinar matahari dibandingkan daerah kutub. Apa dampaknya bagi kehidupan?

Kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia sangat memerlukan sinar matahari. Di wilayah lintang tinggi seperti Eropa Utara, Kanada, dan Jepang bagian Utara (Hokkaido), ketika musim dingin tiba, siang hari hanya beberapa jam. Oleh karenanya pada musim dingin lahan pertanian biasanya tertutup es dan salju. Apa akibatnya bila lahan pertanian tertutup es? Tentu saja tumbuhan tidak bisa hidup.

Contoh Pengaruh Suhu Udara

Di wilayah wilayah itu lama musim tanam hanya kurang dari enam bulan, karena enam bulan lainnya lahan tertutup es. Dampaknya, orang di wilayah itu harus bekerja keras pada musim panas agar kesempatan menggarap lahan pertanian yang hanya beberapa bulan memperoleh hasil maksimum.

Bagaimana pancaran sinar matahari di wilayah kita? Cukup banyak bukan? Di wilayah tropis sinar mentari hampir pasti bersinar setiap hari dan tidak ada musim salju, kecuali di Puncak Jaya Wijaya, Pulau Papua. Oleh karenanya petani dapat menggarap lahan pertanian sepanjang waktu dan bahkan pola tanamnya dapat tiga kali masa tanam dalam setahun.

Temperatur udara berubah dari pagi, siang, sore dan malam hari. Pada waktu siang hari lebih tinggi dari pada pagi hari. Pengukuran suhu udara dilakukan dalam waktu tertentu biasanya selama satu hari (24 jam), sehingga didapat suhu rata-rata harian. Biasanya suhu tertinggi pada pukul 13.00 dan suhu terendah pada pukul 03.00 hingga 05.00. Suhu harian dipergunakan untuk menentukan suhu bulanan dan hasil suhu bulanan dipergunakan untuk menentukan suhu tahunan.

Alat Pengukur Suhu Udara

Unsur cuaca dan iklim berupa temperatur udara dapat diukur dengan beberapa alat. Beberapa istilah yang sering dipergunakan dalam pengukuran suhu udara antara lain sebagai berikut.

  1. Suhu harian, adalah suhu rata-rata dalam sehari.
  2. Amplitudo harian, adalah selisih temperatur tertinggi dan terendah dalam sehari.
  3. Suhu tahunan, adalah suhu rata-rata dalam setahun (diperoleh dari jumlah temperatur bulanan selama setahun dibagi dua belas).
  4. Amplitudo tahunan, adalah selisih rata-rata tertinggi dan terendah dalam setahun. Amplitudo tahunan di Indonesia kurang lebih 1°C.

Baca: Pengertian Atlas dan Jenis-Jenisnya

2. Kelembaban Udara

Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim : Tekanan Udara

Unsur-unsur cuaca dan iklim kedua adalah kelembaban udara. Apa yang terjadi ketika gelas diisi air es? Maka tidak lama kemudian akan ada embun menempel di dinding luar cangkir. Mengapa demikian? Hal ini merupakan bukti bahwa udara mengandung banyak uap air yang didinginkan. Suhu udara akan turun bila udara tidak mampu lagi menahan uap air sebanyak waktu masih hangat. Uap air kemudian berubah menjadi titik-titik air.

Udara yang mengandung uap air sebanyak kemampuannya disebut udara jenuh. Tingkat kebasahan udara disebut dengan istilah kelembaban atau kelengasan udara. Kelembaban udara atau kebasahan udara adalah kandungan uap air yang ada dalam udara. Kelembaban udara dibedakan menjadi dua, yaitu kelembaban mutlak dan kelembaban relatif.

Pada ramalan cuaca yang ada di televisi dan media cetak sering dinyatakan kelembaban relatif. Kelembaban relatif (nisbi), adalah perbandingan jumlah uap air yang ada di dalam udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung oleh udara pada suhu yang sama, dinyatakan dengan persen.

Kelembaban relatif yang paling besar hanya mencapai 100%, karena lebih dari itu akan terjadi pengembunan. Jika pendinginan terus berlangsung akan terjadi kondensasi (uap air yang berubah menjadi titik air), kalau melampaui titik beku akan terjadi sublimasi (terbentuknya kristal-kristal es).

Kelembaban relatif tertinggi pada waktu pagi hari, dan terendah pada sore hari. Apakah kelembaban udara setiap permukaan bumi sama? Tentu saja tidak. Kelembaban udara tidak sama di setiap tempat dan waktu. Di musim penghujan kelembaban udara relatif tinggi di wilayah tropis seperti di Indonesia. Sebaliknya di musim kemarau kelembaban udara tidak terlalu tinggi.

Baca: Mata Pencaharian di Daerah Pegunungan

Contoh Pengaruh Kelembaban Udara

Di wilayah lain, misalnya di wilayah beriklim sedang, subtropis, di kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Mesir, kelembaban udara relatif sangat rendah. Oleh karena itu, jumlah curah hujan tahunan di wilayah tersebut relatif kecil.

Dalam kehidupan sehari-hari orang yang tinggal di wilayah seperti itu memerlukan air minum lebih banyak. Untuk mengurangi cairan tubuh akibat penguapan yang sangat besar, maka penduduk biasanya mengenakan pakaian pelindung seluruh badan bahkan hingga penutup kepala agar mengurangi penguapan cairan tubuh.

Hal itu bertolak belakang dengan orang yang tinggal di wilayah tropis yang panas dan lembab, biasanya pada siang hari, orang berpakaian tipis bahkan banyak yang hanya mengenakan celana saja, terutama laki-laki.

Baca: Pengertian Globe dan Komponennya

3. Tekanan Udara

Unsur cuaca dan iklim ketiga yaitu tekanan udara. Apakah udara punya berat? Udara jelas punya berat, meskipun sangat ringan. Walaupun sangat ringan, tetapi permukaan bumi mendapat tekanan dari massa udara yang volumenya sangat besar.

Udara menekan benda dari atas dan dari segala arah. Penekanan udara pada permukaan bumi disebut tekanan udara atau tekanan atmosfer.

Alat Ukur Tekanan Udara

Unsur Cuaca dan Iklim Angin
Alat Ukur Tekanan Udara : Unsur Cuaca dan Iklim

Tekanan udara diukur dengan alat yang bernama barometer, satuan yang digunakan adalah milibar (mb). Garis pada peta yang menghubungkan tekanan udara pada tempat yang sama disebut isobar.

4. Awan

Unsur cuaca dan iklim selanjutnya adalah awan. Awan adalah kumpulan titik-titik air berupa kristal es di dalam udara yang terjadi karena pengembunan atau kondensasi uap air setelah melampaui keadaan jenuh. Awan dapat berbentuk gas, cair atau padat hal ini tergantung keadaan suhunya.

Jenis-Jenis Awan

Berdasarkan ketinggiannya awan dibagi menjadi lima.

  1. Awan tinggi, yaitu awan yang tipis seperti serat atau seperti bulu terbentuk pada ketinggian 6–12 km. Karena tingginya, awan ini terdiri dari kristal-kristal es.
  2. Awan menengah, yaitu awan yang berada pada ketinggian 3-6 km. Ciri-ciri putih hingga kelabu, bergerombol, tebal dan luas.
  3. Awan rendah, yaitu lapisan melebar dan berlapis, sering menutupi seluruh langit, bentuknya tidak menentu. Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan hujan gerimis. yaitu ketinggian kurang dari 3 km.
  4. Awan yang terjadi karena udara naik ( gerakan vertikal ) dengan kuat, ketinggian 500 m -1500 m. Ciri-cirinya awan bergumpal-gumpal, sangat besar, sebagian telah menjadi hujan dan sering disertai angin ribut dan guntur.
  5. Kabut, yaitu awan rendah yang terjadi pada permukaan bumi. Kabut terjadi pada saat malam atau pagi hari karena perbedaan suhu.

Di daerah tropis jumlah awan relatif banyak dibandingkan daerah subtropis. Di daerah tropis seperti Indonesia, lebih-lebih di musim penghujan, jumlah awan berlimpah, sehingga penyinaran matahari tidak berlangsung sepanjang hari. Dalam satu hari rata-rata hanya terjadi 9 jam penyinaran matahari mengenai permukaan bumi.

Artikel menarik: Ruang Lingkup Geografi

5. Curah Hujan

Unsur-unsur cuaca dan iklim kelima adalah curah hujan. Curah hujan merupakan banyaknya air hujan yang tercurah atau yang jatuh sampai ke permukaan bumi. Curah hujan ini diukur selama 24 jam sehingga dapat diukur banyaknya hujan baik harian, bulanan maupun tahunan. Satuan curah hujan adalah milimeter (mm) ada juga yang memakai inchi. Musim penghujan di Indonesia terjadi pada bulan Oktober sampai April, terutama Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Namun demikian hujan yang terjadi tidak merata untuk seluruh wilayah. Nusa Tenggara lebih sedikit hujannya dibanding dengan Pulau Jawa atau Pulau Sumatera. Di Nusa Tenggara jumlah bulan hujan Hujan dapat dikelompok-kelompokkan menurut jenisnya, yaitu hujan zenithal, hujan orografis dan hujan frontal.

Jenis-Jenis Hujan

1. Hujan Zenital

Hujan zenital atau hujan tropikal juga sering disebut hujan konveksi. Hujan zenithal adalah hujan yang terjadi karena udara panas yang membubung dari permukaan bumi menjadi dingin karena suhu rendah, melampaui titik kondensasi dan kemudian terjadi awan yang mengakibatkan hujan.

Biasanya hujan yang terjadi cukup lebat. Hujan ini terjadi pada daerah tropis, bersamaan waktunya dengan kedudukan matahari pada titik atas, tengah hari, atau titik puncak, zenith. Hujan tidak harus tepat pada posisi matahari di atas, tetapi biasanya setelah bergeser ke barat.

2. Hujan Orografis

Hujan Orografis adalah hujan yang terjadi pada daerah pegunungan. Hujan orografis terjadi karena udara yang mengandung uap air bergerak secara horizontal naik, karena terhalang oleh pegunungan. Pada umumnya hujan berlangsung cukup lebat.

3. Hujan Frontal

Hujan Frontal merupakan hujan yang terjadi karena oleh awan yang terbentuk karena adanya pertemuan massa udara yang panas dan dingin. Massa udara panas tibatiba suhunya turun kemudian mengembun terjadilah awan dan hujan. Hujan biasanya tidak lebat, jarang terjadi di daerah tropis karena massa udara di daerah tropis hampir seragam.

Hujan frontal sering terjadi pada daerah lintang tengah f. Angin Udara bergerak ke tempat lain karena adanya perbedaan tekanan udara. Sebagai contoh, tekanan udara dalam ban jauh lebih tinggi daripada tekanan udara di luar. Ketika dop dibuka, maka udara dalam ban berhembus ke luar, hal itu terjadi karena ada perbedaan tekanan.

Baca: Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Manusia

6. Angin

Perbedaan tekanan udara yang tidak sama antara daerah satu dengan daerah lain akan mengakibatkan pergerakan udara. Pergerakan udara itulah yang dinamakan dengan angin. Mengapa terjadi perbedaan tekanan udara satu tempat dengan tempat lain?

Wilayah dengan temperatur udara lebih panas memiliki tekanan udara lebih rendah, daripada wilayah bertemperatur lebih dingin. Perbedaan tekanan udara tersebut akan menimbulkan pergerakkan udara dari daerah bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimun. Pergerakaan udara ini disebut dengan istilah angin.

Angin sering diberi nama sesuai dengan asalnya.

1) Angin darat berarti angin yang berasal dari darat.
2) Angin laut maksudnya angin yang berasal dari laut.

Jenis-Jenis Angin

Mengacu pada unsur-unsur cuaca dan iklim. Angin dapat dibedakan menjadi beberapa antara lain sebagai berikut:

1. Angin tetap

  • Angin barat, yaitu angin yang bertiup dari daerah subtropika ke kutub sampai pada lintang 60 derajat, baik lintang utara atau juga lintang selatan.
  • Angin timur, terdapat pada batas kutub, angin ini berasal dari daerah timur.
  • Angin pasat dan angin anti pasat.

Angin pasat adalah angin yang berhembus terus menerus dari daerah maksimum subtropika selatan dan utara menuju ke arah katulistiwa. Sampai di katulistiwa membelok sesuai dengan hukum Buys Ballot. Dua angin pasat yaitu angin pasat tenggara dan angin pasat timur laut.

Sedangkan angin anti pasat, adalah angin yang arahnya berlawanan dengan angin pasat. Di belahan bumi bagian selatan bertiup dari barat laut ke tenggara. Di belahan bumi utara bertiup dari barat daya ke timur laut. Arah angin ini dapat kita lihat pada arah awan yang tertinggal pada awan gunung berapi.

2. Angin Periodik

a) Angin muson, adalah yang setiap setengah tahun bertiupnya berganti arah.

  • Angin muson laut, adalah angin yang terjadi pada musim panas, di antara tekanan udara minimum dan di laut maksimum.
  • Angin muson darat, adalah angin yang terjadi pada musim dingin tekanan udara di daratan maksimum dan di laut minimum, bersifat kering.

a) Angin darat dan angin laut

Di malah hari, pada umumnya suhu di daerah daratan lebih rendah dari pada suhu di daerah dekat lautan. Hal ini kemudian menimbulkan tekanan udara daratan yang lebih tinggi dari pada yang ada di laut.

Pada malam hari suhu daratan lebih rendah daripada suhu lautan. Akibatnya tekanan udara. Perbedaan tekanan bergeraknya udara dari darat ke laut, maka berhembus angin darat.

Sebaliknya pada siang hari bertiup angin laut. Angin laut yaitu angin yang berasal dari laut ke darat, bertiap kurang lebih pada sore hari. Kedua jenis angin tersebut sering disebut sebagai angin muson harian.

c) Angin gunung dan angin lembah

Angin gunung merupakan angin yang bertiup dari lereng gunung ke lembah di malam hari. Sementara angin lembah merupakan angin yang bertiup dari lembah ke gunung di siang hari.

3. Angin Setempat

a) Angin siklon dan angin antisiklon

  • Angin siklon merupakan angin yang pergerakannya berputar mengelilingidaerah yang bertekanan minimum.
  • Angin antisiklon adalah angin yang bergerak berputar meninggalkan daerahbertekanan udara maksimum.

Macam-macam angin siklon:

  • Taifun di Asia Timur
  • Tornado di USA

b) Angin Fohn

Angin fohn adalah angin yang bersifat panas dan kering yang turun dari daerahpegunungan. Sebagai contoh:

  1. Angin Bohorok di Deli
  2. Angin Gending di Pasuruhan
  3. Angin Brubu di Makasar
  4. Angin kumbang di Cirebon
  5. Angin Wombrau di Biak

Baca Juga: Pengertian Interaksi Sosial

Demikian pembahasan secara lengkap mengenai 6 Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim Beserta Pengaruh dan Alat Ukurnya. Semoga rangkuman materi diatas bermanfaat dan berguna bagi kalian. Baca juga artikel menarik dan informatif lainnya. Terimakasih.